Home / Politik dan Umum / Indonesia Jajaki Pelayaran Langsung ke Brunei Darussalam

politik-umum

Indonesia Jajaki Pelayaran Langsung ke Brunei Darussalam

Indonesia Jajaki Pelayaran Langsung ke Brunei Darussalam

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Ist)



Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan Duta Besar untuk Brunei Darussalam Sujatmiko, membahas perkembangan dan peningkatan konektivitas transportasi darat, maupun udara antara Indonesia dengan Brunei Darussalam. Hal ini dalam rangka konektivitas antara negara ASEAN yang menghambat pandemi Covid-19. 

“Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, terkait potensi pelaksanaan pengiriman langsung (direct shipping) dan pelaksanaan angkutan udara dan barang,” kata Menhub.

Terkait dengan pelayaran, dia mengungkapkan, meski kondisi pelayaran mengalami penurunan kapasitas akibat pandemi Covid-19, beberapa perusahaan pelayaran nasional memiliki potensi dukungan pelaksanaan pelayaran langsung antar kedua negara, untuk memenuhi komoditi ekspor dan impor.   

“Untuk itu perlu digali lebih dalam potensi pasar dari Brunei Darussalam yang bisa ditawarkan untuk menarik minat perusahaan pelayaran,” ucap Menhub.

Dia menjelaskan, saat ini juga tengah disusun Nota Kesepakatan Bersama/MoU terkait pengiriman dan pelabuhan, yang menjadi dasar pelaksanaannnya pelayaran kedua negara.
 
“Saat ini tengah dibahas pula MoU untuk saling mengakui dan pelatihan untuk yang berasal dari kedua negara. Semoga MoU ini dapat segera disepakati dan bisa bermanfaat untuk kedua negara,” imbuhnya. 

Konektivitas laut antara Indonesia dan Brunei juga telah diakomodasi dalam kerja sama sub regional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), yang telah membuka beberapa pelabuhan di Indonesia yaitu: Balikpapan, Banjarmasin, Bitung, Jayapura, Makassar , Nunukan, Pantoloan, Parepare, Pontianak, Sorong, Tarakan, dan Ternate. 

Sementara itu, terkait pelaksanaan angkutan udara baik feri maupun barang, Menhub menuturkan, kedua negara memiliki kesepakatan dalam kerangka kerja sama ASEAN Open Skies. Kebijakan tersebut membuka Bandara Bandar Sri Begawan di Brunei Darussalam dan jumlah bandara di Indonesia yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, Denpasar, dan Makassar, tanpa batasan frekuensi. 

Sedangkan dalam pelaksanaan kerja sama sub regional BIMP EAGA, juga telah disepakati penerbangan tanpa kapasitas dan frekuensi, yaitu antara Bandara Bandar Sri Begawan dengan nomor bandara di Indonesia, yaitu Makasar, Manado, Pontianak, Tarakan, Balikpapan, dan Solo. 

“Kami berharap KBRI di Brunei Darussalam dapat turut membantu berkomunikasi, serta mendukung upaya peningkatan kerjasama di bidang transportasi antar kedua negara," katanya.  

Termasuk berperan aktif dalam pembahasan ASEAN Travel Corridor Arrangement (TCA) dalam rangka pemulihan konektivitas antar negara ASEAN.










Chinese (Simplified) English German Indonesian
Contact Us